Senin, 10 September 2012

CONTOH PENELITIAN



PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MAHASISWA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO ANGKATAN TAHUN 2009/2010 POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

1.1 Latar Belakang
            Untuk dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris Penguasaan kosakata (Vacabulary) merupakan suatu keharusan yang mutlak sifatnya. Seseorang tidak akan pernah bias berbahasa Inggris apabila ia tidak mempunyai kosakata yang baik. Kosakata mempunyai peranan yang sangat penting dalam bentuk kemampuan berbahasa bagi seseorang.
            Mengingat pentingnya penguasaan kosakata maka di lembaga-lembaga pendidikan yang menyelenggarakan/membuka jurusan bahasa, kosakata senantiasa dianjurkan sebagai suatu mata kuliah tersendiri yang terpisah dari mata kuliah-mata kuliah lain. Kosakata sering juga digabungkan dengan mata kuliah lain seperti mata kuliah membaca (Reading) atau  mata kuliah mendengarkan (Listening).
            Di lembaga pendidikan Politeknik, Politeknik Negeri Samarinda ( Polnes ) khususnya, pengajaran kosakata tidak ditempatkan sebagai suatu mata kuliah tersendiri melainkan inclusive kedalam mata kuliah Bahasa Inggris kosakata tidak menjadi fokus sebagai suatu poin yang penting dan dipentingkan, bahwa kosakata cenderung diabaikan pengajarannya. Kalau pun ada, kosakata biasanya dianjurkan secara sepintas lalu, didalam kombinasi seperti itu hanya dukung penguasaan kosakata sebagai komponen penting didalam membentuk kemampuan berbahasa Inggris, menjadi sangat lemah. Oleh karena itu boleh jadi kondisi seperti ini menjadi penghambat bagi perkembangan dan pengembangan pengajaran Bahasa Inggris di Politeknik selama ini. Sekaligus mengkin menjadi penghambat dalam usaha mencetat alumni-alumni yang mempunyai penguasaan Bahasa Inggris yang baik.
            Agaknya perlu digarisbawahi disini bahwa kemampuan berbahasa inggris alumni-alumni Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) sudah pernah dikeluhkan oleh perusahaan-perusahaan yang banyak merekrut mereka. Hal ini tentu merupakan citra buruk bagi polsam yang tentu saja perlu dan sangat penting untuk direspon dengan melakukan pembenahan yang lebih baik. Pembenahan dalam proses belajar mengajar (PBM) perlu dilakukan. Pengajaran dengan cara yang lama mungkin perlu ditinjau kembali.
            Pengajaran dengan member penekanan pada aspek-aspek kemampuan berbahasa inggris termasuk aspek kosakata (Vocabulary) mungkin perlu dipertimbangkan untuk bisa diterapkan di masa akan datang. Bila gagasan ini bisa di realisasikan dengan sendirinya pengajaran kosakata sebagai komponen penting didalam pengajaran bahasa inggris akan mendapat perhatian tersendiri.
Penelitian ini adalah satu upaya untuk memberi perhatian terhadap pengauasaan kosakata (vocabulary) Bahasa Inggris mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (Polsam). Tujuannya adalah untuk memberikan diskripsi sederhana ( simple description ) terhadap penguasaan kosakata Bahasa Inggris mahasiswa angkatan tahun 2009-2010 Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda.
1.2 Permasalahan
            Permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
-          Bagaimana penguasaan kosakata (vocabulary) Bahasa Inggris mahasiswa angkatan tahun 2009-2010  Jurusan  Teknik Elektro Politeknik Negeri Samarinda ?
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penguasaan kosakata Bahasa Inggris mahasiswa angkatan tahun 2009-2010 Jurusan teknik Elektro politeknik negeri samarinda.
Kegunaan penelitian
a. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan proses belajar mengajar Bahasa Inggris khususnya aspek kosakata (vocabulary) di Politeknik Negeri Samarinda.
b.  Sebagai persyaratan untuk kenaikan pangkat / golongan Pegawai Negeri Sipil bagi penulis.
1.4 Hipotesis
            Sejalan dengan permasalahan yang telah dirumuskan diatas maka hipotesis ini dirumuskan sebagai berikut :
-          Penguasaan kosakata Bahasa Inggris mahasiswa angkatan tahun 2009-2010 Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Samarinda adalah cukup baik.
1.5 Metodologi
            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data dan teknik analisis data dipaparkan sebagai berikut :
1.5.1 Teknik Pengumpulan Data
            Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, digunakan dua jenis instrumen yaitu questioner dan test kemampuan.
            Questioner digunakan untuk mendapatkan data pendukung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan penguasaan kosakata mahasiswa.
            Test kemampuan digunakan untuk mengukur kemampuan / penguasaan kosakata Bahasa Inggris mahasiswa. Test ini berupa soal-soal jadi yang dikutip dari wordpower 1500 yang ditulis olah L.A Hill. Buku ini berisi khusus oleh lembaga pendidikan formal dan nonformal.
1.5.2 Teknik Analisis Data
            Data yang diperoleh melalui test kemampuan dianalisis dengan menggunakan rumus mean dan standar devisiasi (Nasrum Harahap dalam Gunardi 1988:33) dengan rumus sebagai berikut :
           

Keterangan :
           DS    = Devinisi Standar
           I        = Isi Kelas Interval
           N      = Jumlah Frequensi
Setelah hasilnya diketahui selanjutnya penulis membuatkan distribusi nilai dengan skor 0,100, kemudian menentukan angka-angka batas keberhasilan mahasiswa didasarkan juga pada pembagian kriteria penilaian yang dikemukakan oleh Nasrum Harahap (dalam Gunadi 1988 : 34 ).
           A = Baik Sekali          = antara angka 81 – 100%
           B = Baik                      = antara angka 61 – 80%
           C = Cukup                 = antara angka 41 – 60%
           D = Kurang                = antara angka 21 – 40%
           E = Kurang Sekali    = antara angka 0 – 20%
1.6 Populasi dan Sampel
1.6.1 Populasi
           Polulasi dari penelitian ini adalah mahasiswa angkatan tahun 2002 Jurusan teknik kimia politeknik negeri samarinda, yang terdiri dari tiga kelas; dua kelas regular dan satu kelas pararel.
1.6.2 Sampel
           Jenis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel acak (raudom sampling). Dari keseluruhan populasi penelitian ini diambil satu kelas secara acak untuk menjadi responden, yang mengerjakan soal-soal test yang diberikan sekaligus menjawab / mengisi …. Yang dibagikan.

BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Pentingnya Kosakata
           Bahwa kosakata itu penting adalah hal yang tidak bisa dipungkiri. Bila seseorang tidak memahami kosakata secara otomatis dia akan tidak bisa memahami kalimat. Satu kata saja yang tidak dimengerti didalam satu kalimat dapat membuyarkan pengertiannya atas kalimat itu.
           Sejalan dengan itu Yota (1987 : 19 ) berkomentar sebagai berikut :
“ the mast familiar of all elements of language are words. Part of what is invalved in reading a text is understanding the meaning of individual words. For example, it a reader does mot know the meaning of a word like “army” he lury miss the whole part of a passage concerned whit same kind of military topic. This kind of comprehension problem is common especially for foregn language reader or learners whose vocabulary is still limited. Reading effectively then may be kompered since he may not know the meaning of many words in the text”
           Jadi dikemukakan disini bahwa usaha untuk membaca secara efektif dapat terhalangi / terganggu karena orang yang membaca tidak tau arti dari banyak kata didalam text yang dibaca. Hal ini berarti bahwa keterbatasan dalam penguasaan kosakata akan berdampak langsung pada kegiatan membaca. Usaha / kegiatan membaca akan terganggu berat bila pembaca kurang banyak menguasai kosakata. Baik didalam bahasa inggris maupun didalam bahasa lain.
2.2 Pengertian kosakata
           Pengertian kosakata tidak banyak dibahas orang, termasuk para penulis buku tentang bahasa. Hal ini disebabkan Karena selain sikap pengertian itu memang sempit juga karena orang lebih suka mencurahkan perhatian langsung pada kata-kata atau kosakta itu sendiri. Atas dasar itu pengertian kosakata dalam bagian ini hanya dapat memaparkan empat poin pengertian yang diberikan oleh Sujito(1992 :1) sebagai berikut :
1.    Kosakata adalah semua kata yang terdapat dalam satu bahasa.
2.    Kosakata adalah kata yang dimiliki oleh seorang pembaca atau penulis.
3.    Kosakata adalah kata yang dipakai dalam satu bidang ilmu pengetahuan.
4.    Kosakata adalah daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan secara singkat dan praktis.
2.3 Kata dan Istilah
     Kata dan istilah itu keduanya adalah unsur bahasa sebagai unsur bahasa kata berbeda dari istilah :
1.    Kata dapat bersifat polisemantis artinya dapat bermakna banyak, sementara istilah hanya bersifat monosemantis, artinya hanya bermakna satu.
2.    Kata bersifat terikat konteks, artinya maknanya bergantung pada konteksnya dan dapat berubah akibat konteks. Istilah bersifat bebas konteks, artinya makna istilah itu tidak bergantung pada konteksnya dan tidak berubah maknanya akibat konteks itu.
3.    Kata dapat terikat oleh konotasi social, sedangkan istilah bebas dari konotasi sosial.
4.    Istilah itu bersifat internasional, artinya makna suatu istilah itu dikenal secara umum dalam ilmu yang bersangkutan, sedangkan bentuk istilahnya dalam suatu bahasa sedapat-dapatnya tidak jauh berbeda dengan bentuk istilah dalam bahasa lain.
Contoh :
        Inggris                                                               Indonesia
        Fiction                                                               Fiksi
        Synonim                                                           Sinonim
        Predikate                                                          Predikat
        Architect                                                           Arsitek
        Vaccin                                                               Vaksin
        Mathematics                                                    Matematika
        Physics                                                             Fisika
        Assimilation                                                     Asimilasi
        Description                                                       Deskripsi
                                                                                   ( Soedjito 1992 : 126 )

2.3. Makna Kata
        Soedjito ( 1992 : 51 ) menjelaskan bahwa makna kata adalah hubungan antara bentuk bahasa dan barang ( hal ) yang diacunya. Ada bermacam-macam makna diantaranya :
1.      Makna leksikal dan makna grammatikal
2.      Makna denotatif dan makna konotatif
3.      Makna Kontekstual
Makna leksikal adalah makna kata secara lepas, tanpa kaitan dengan kata lainnya dalam sebuah struktur, frasa, klausa, atau kalimat. Makna leksikal kata-kata biasanya dimuat dalam kamus-kamus Inggris – Indonesia seperti kamus umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S Poerwadarminta.
Makna Grammatikal atau makna Struktural ialah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses grammatika ( Pengimbuhan, pengulangan dan pemajemukan ). Dalam hal ini ada beberapa catatan :
a.    Proses mortofologis dapat menyebabkan perubahan jenis kata dan timbulnya makna baru.
b.    Berdasarkan status grammatikalnya, kata dapat dibedakan atas dua macam yaitu kata penuh dan kata tugas. Kata penuh ialah kata yang memiliki makna leksikal, sedangkan kata tugas memiliki makna grammatical.
Makna denotatif atau makna referensial ialah makna yang menunjuk langsung pada acuan atau makna dasarnya.
Makna konotatif atau makna evaluasi atau makna emotif ialah makna tambahan terhadap makna dasarnya yang berupa nilai rasa atau gambaran tertentu.
Konotasi dapat dibedakan atas dua macam, yaitu konotasi positif dan konotasi negatif, konotasi positif mengandung nilai rasa: tinggi, baik, halus, sopan, sedangkan konotasi negatif mengandung nilai rasa: rendah, jelek, kasar, kotor, porno, tidak sopan. Kedua sifat tersebut bergantung kepada mesyarakat pemakai bahasa yang bersangkutan.
            Kata-kata yang bermakna denotatif tepat digunakan dalam karya ilmiah, sedangkan kata-kata yang bermakna konotatif wajar digunakan dalam karya sastra.
            Makna kontekstual adalah makna yang ditentukan oleh konteks pemakaiannya. Disini makna kata menjadi jelas jika digunakan dalam kalimat.
            Komentar dari L.G Alexander (1990 : VII ) Cukup menarik untuk di sertakan dalam tulisan ini :
Learning  a language is not a matter of acquiring a set of rules and building up a large vocabulary. The teachers’ effort should not be directed at informing his/their students about the language, but at enabling them to use it. A students mastery of a language is ultimately measured by how well he can use it, not how much he knows about it. In this respect learning a language has much in common whit learning a musical instrument. The drills and exercises a student does have one end in sight : to enable him to become a skilled performer. A student who has learnt a lot of grammar but who can not use a language is in the position of a pianist who has learnt a lot about harmony but can not play the piano. The student’s command of a language will therefore be judged not by how much he know,  but well he can perform in public.
In order to become a skilled performer, the students must become proficient at using the units of a language. The units of a language are the word and the sentence. .. From the language learners’ view skill in handling word especially structural words in the key to mastering a language.


BAB III
Hasil Penelitian
            Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan. Akan dipaparkan data-data yang diperoleh baik melalui angket maupun hasil test.
            Pengedaran angket kepada mahasiswa jurusan teknik kimia angkatan tahun 2009/2010 kelas  A2B di lakukan pada hari senin tanggal 15 Oktober 2010. Jumlah mahasiswa yang hadir sebanyak 21 orang, dengan jumlah item sebanyak sebelas (11) nomor. Keseluruhan item dari nomor satu sampai dengan nomor sebelas diarahkan pada proses belajar mengajar (PBM) Kosakata Bahasa Inggris                    (Vocabulary). Angket ini terdiri dari soal-soal pertanyaan Yes/No dan soal-soal pilihan ganda.
            Sementara pelaksanaan test kosakata (Vocabulary) dilaksanakan pada hari senin tanggal 22 Oktober 2010, peserta test adalah kelas yang sama terdiri dari 20 orang mahasiswa. Test kosakata ini terdiri dari empat bagian dengan jumlah soal sebanyak sembilan puluh dua (92) soal. Jenis soalnya sangat bervariasi, sinonim. Antonym, derivasi, dan struktur ( pilihan kata dalam kalimat )
3.1     Proses Belajar Mengajar Kosakata Bahasa Inggris.
       Pada bagian ini akan dipaparkan data yang diperoleh melalui angket. Data ini meliputi aktivitas belajar mengajar kosataka Bahasa Inggris, kesulitan-kesulitan yang dihadapi mahasiswa, usaha-usaha yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kesulitan – kesulitan yang dihadapi mereka, dan saran – saran mahasiswa untuk pengembangan proses belajar mengajar kosakata khususnya dan Bahasa Inggris pada umumnya di jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda.
Penyajian data inii dilakukan dalam bentuk tabel Sbb :
Tabel 1
PEMBERIAN LATIHAN – LATIHAN KOSAKATA
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Ya
11
55 %
2.
Tidak
9
45 %
       Tabel diatas menunjukkan bahwa 45 % mahasiswa menyatakan bahwa mereka tidak pernah di berikan latiahan – latihan kosakata dan 55 % mahasiswa menyatakan pernah diberikan latihan – latiahan kosakata selama di Politeknik.


Tabel 2
PEMBERIAN PELAJARAN KOSAKATA SETIAP MINGGU
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Ya
9
45 %
2.
Tidak
11
55 %
       Tabel diatas menunjukkan bahwa 55 % mahasiswa menyatakan bahwa mereka tidak di berikan pelajaran kosakata setaiap minggu  dan 45 % mahasiswa  menyatakan diberikan pelajaran kosakata setiap minggu.
Tabel 3
PEMBERIAN PELAJARAN KOSAKATA SEWAKTU – WAKTU
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Ya
10
50 %
2.
Tidak
10
50 %
       Tabel diatas menunjukkan bahwa 50 % mahasiswa menyatakan behwa mereka diberikan pelajaran kosakata sewaktu – waktu saja dan 50 % mahasiswa menyatakan tidak pernah diberikan pelajaran kosakata.

Tabel 4
FREQUENSI PELAJARAN / LATIHAN KOSAKATA
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
1 x Seminggu
8
40 %
2.
1 X Dalam dua minggu
3
50 %
3.
1 X Dalam sebulan ( Jarang )
5
              35 %           
4.
Kadang  - kadang
3
15 %
5.
Tidak menjawab
1
5 %
       Tabel diatas menunjukkan bahwa 40 % mahasiswa menyatakan frequensi pelajaran / latihan – latihan kosakata yang didapat adalah sekali seminggu , 15 % mahasiswa menyatakan frequensi latihan – latihan kosakata yang didapat adalah sekali dalam dua minggu, 15% mahasiswa menyatakan bahwa frequensi latihan – latihan yang diberikan adalah kadang – kadang dan 25% mahasiswa menyatakan mendapat pelajaran kosakata sekali dalam sebulan. Satu orang diantaranya tidak  memberikan jawaban (5%).
Tabel 5
MINAT MENGERJAKAN LATIHAN – LATIHAN KOSAKATA
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Senang
6
30 %
2.
Cukup senang
14
70 %
3.
Kurang senang
-
-
4.
Tidak senang
-
-
       Tabel diatas menunjukkan bahwa 30% mahasiswa menyatakan senang mengajarkan latihan – latihan kosakata, 70% mahasiswa cukup senang mengajarkan latihan – latihan kosakata, dan 0% mahasiswa menyatakan kurang senang, 0% menyatakan tidak senang mengerjakan latihan – latihan kosakata.

Tabel 6
MINAT MENGHAFAL KOSAKATA
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Senang
7
35 %
2.
Cukup senang
134
65 %
3.
Kurang senang
-
-
4.
Tidak senang
-
-
       Tabel diatas menunjukkan bahwa 65% mahasiswa menyatakan cukup senang menghafal kosakata dan 35%   mahasiswa menyatakan senang menghafal kosakata bahasa Inggris.

Tabel 7
PROSEDUR MENGHAFAL KOSAKATA
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Menghafal kosakata dan ucapannya
4
20%
2.
Menghafal dengan artinya
9
45 %
3.
Mengenali kata – kata & tulisannya
7
35%
4.
Mengenali kata – kata & ucapannya
-
-
       Tabel diatas menunjukkan prosedur menghafal kosakata yang dilakukan mahasiswa ; 45% mahasiswa menghafal kosakata dengan artinya. 20% mahasiswa menghafal kosakata dengan ucapanny, 35% mahasiswa mengenali kata – kata dan tulisannya, dan 0%   mahasiswa menyatakan prosedur yang dilakukan mengenali kata – kata dan ucapannya.

Tabel 8
CARA MAHASISWA MENGHAFAL KOSAKATA
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Membuka kamus & menghafalnya
7
35%
2.
Menghafal melalui test bacaan
11
55 %
3.
Menghafal dengan gambar-gambar
2
10%
4.
Menghafal melalui lagu-lagu
4
20%
5
Menghafal melalui internet & permainan
3
15%
       Tabel diatas menunjukkan bagaimana cara mahasiswa menghafal kosakata; 35% mahasiswa menyatakan menghafal kosakata dengan membuka kamus dan menghafalnya, 55% mahasiswa menghafal melalui test bacaan, 20% mahasiswa menghafal melalui lagu – lagu dan 10% mahasiswa menghafal dengan gambar, 15% mahasiswa menghafal melalui internet & permainan.

TABEL 9
KESULITAN – KESULITAN MAHASISWA DALAM MEMPELAJARI KOSAKATA
No.
Uraian
Jumlah
Prosentase
1
Kurang dalam pengucapan
8
40%
2
Kurang mengenali/menghafal kata - kata
5
25%
3
Kurang menghafal artinya & tulisannya
6
30%
4
Kurang gairah / kurang aktif
2
10%
5
Cepat bosan dan gampang lupa
2
10%
6
Kurang pasilitas buku dan kamus
5
25%
       Tabel diatas menunjukkan kesulitan – kesulitan mahasiswa dalam mempelajari kosakata diantaranya 40% mahasiswa menyatakan kesulitan dalam pengucapan, 25% mahasiswa menyatakan kurang mengerti / menghafal kata – kata, 30% mahasiswa menyatakan kurang manghafal artinya dan tulisannya, 10% mahasiswa menyatakan kurang gairah atau kurang aktif, 10% mahasiswa menyatakan kurang fasilitas buku dan kamus dalam mempelajari kosakata tersebut.

TABEL 10
USAHA – USAHA MAHASISWA DALAM MENGATASI KESULITAN YANG DIHADAPI
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1
Lebih sering berlatih sendiri
6
30%
2
Lebih sering berlatih mengenali/menghafal kata – kata dan membaca buku
3
15%
3
Lebih sering belajar dengan teman yang pintar
12
60%
4
Lebih banyak membiasakan diri membuka kamus
8
40%
5
Lebih sering mengamati kata – kata dalam bacaan/membaca buku
3
15%
6
Mengikuti kursus – kursus
1
5%
7
Melengkapi fasilitas / referensi
1
5%
8
Belajar melalui radio, televisi, musik
1
5%
9
Menonton film berbahasa inggris
1
5%
10
Belajar dari internet
1
5%
11
Aktif berlatih sendiri
6
30%
       Tabel diatas menunjukkan usaha – usaha mahasiswa dalam mengatasi kseulitan yang dihadapi, yaitu 30% mahasiswa menyatakan dengan lebih sering berlatih sendiri, 40% mahasiswa menyatakan lebih banyak membiasakan diri membuka kamus, 15% mahasiswa menyatakan lebih sering berlatih mengenai / menghafal kata – kata, 15% mahasiswa menyatakan lebih sering mengenali kata – kata dalam bacaan, 5% mahasiswa menyatakan belajar melalui radio, televisi, 5% mahasiswa menyatakan dengan melengkapi fasilitas yang ada, 5% mahasiswa menyatakan dengan melalui kursus – kursus, 5% mahasiswa menyatakan lebih sering menonton film berbahasa inggris, 5%  belajar dari internet, dan 30% berlatih sendiri.
TABEL 11
SARAN – SARAN MAHASISWA UNTUK PENGEMBANGAN PENGAJARAN KOSAKATA DIMASA DATANG
No
Uraian
Jumlah
Prosentase
1
Memperbanyak tugas – tugas latihan khusus kosakata
5
25%
2
Memperbanyak latihan – latihan praktek di kelas
4
20%
3
Pengajaran lebih bervariasi
2
10%
4
Metode pengajaran dikembangkan
5
25%
5
Penambahan jam belajar
5
25%
6
Mendatangkan pengajar asing
1
5%
7
Bembingan tambahan / kursus diadakan
1
5%
8
Pengadaan kegiatan diskusi dalam bahasa inggris
1
5%
9
Pengantar dalam bahasa inggris
1
5%
10
Suasana kelas yang smart & fun
1
5%
11
Mengadakan lomba – lomba
3
15%
       Tabel diatas menunjukkan suasana – suasana mahasiswa untuk pengembangan pengajaran kosakata mendatang : 25% mahasiswa menyarankan agar latihan  - latihan khusus kosakata diperbanyak, 20% mahasiswa menyarankan agar latihan – latihan praktek di perbanyak, 10% mahasiswa menyaranka agar metode mengajar ditingkatkan, 25% mahasiswa menyaranka agar diadaka penambahan jam belajar, 25% menyarankan agar diadakan kursus, 5% mehasiswa menyarankan diadakan kegiatan diskusi, 5% menyarankan agar dilakukan pengantar dalam bahasa inggris dikelas, 5% mahasiswa menyarankan agar diciptakan suasana kelas smart & fun, 15% mahasiswa menyarakan agar diadakan lomba – lomba.
3.2             Hasil Test
                 Hasil test kosakata (vocabulary) akan dikemukakan pada bagian ini. Seperti dikemukakan terdahulu bahwa test kosakata dilakukan seminggu setelah pengisian angket pada kelas A2B dengan jumlah sebanyak 17 orang mahasiswa yang hadir pada saat itu, yang terdiri dari 7 orang mahasiswa dari kelas IIA dan 10 mahasiswa dari kelas IIB sementara test kosakata (vocabulary test) sendiri terdiri dari empat bagian dengan jumlah soal sebanyak 92 nomor.
     Hasil test kosakata akan disajikan dalam bentuk tabel yang berupa nilai-nilai yang diperoleh mahasiswa dari test kosakata itu sendiri. Sebagai langkah awal nilai-nilai tersebut dicari meannya dengan menggunakan rumus mean :

                            atau

Keterangan :             M = Mean
                                    ∑X= Jumlah nilai yang diperoleh
                                    N = Jumlah individu/mahasiswa


Tabel 12
HASIL TEST KOSAKATA
Nomor
Skor
Nomor
Skor
Urut
Nim
Urut
Nim
1.
09612002
77
11.
09612027
62
2.
09612007
81
12.
09612028
70
3.
09612010
82
13.
09612029
65
4.
09612011
81
14.
09612030
70
5.
09612012
 75
15.
09612031
58
6.
09612014
85
16.
09612032
72
7.
09612015
77
17.
09612033
68
8.
09612016
81
18.
09612036
75
9.
09612018
75
19.
09612043
74
10.
09612020
92
20.
09612050
75

Tabel 13
Distribusi Frequensi Nilai Test Penguasaan Kosakata
Tingkat

Tally
f
d
fd
(fd)2
I
88 - 92
I
I
+4
4
16
II
83 - 87
I
I
+3
3
9
III
78 - 82
IIIII
5
+2
10
100
IV
73 - 77
IIIII I
6
+2
12
144
V
68 - 72
IIII
4
+0
0
0
VI
63 - 67
I
1
-1
-1
1
VII
58 - 62
II
2
-2
-4
16
VIII
53 - 57
-
0
-3
-0
0
       Selanjutnya akan dicari nilai rata – rata berdasarkan angka – angka pada tabel diatas dengan menggunakan rumus berikut ini
            Selanjutnya akan digunakan rumus standar deviasi sbb:
            Setelah nilai standar deviasinya ditemukan selanjutnya penjabaran dilakukan dengan menggunakan rumus :
M + 2, 25 SD = 100
M + 1, 75 SD = 90
M + 1, 25 SD = 80
M + 0, 75 SD = 70
M + 0, 25 SD = 60

M - 0, 25 SD = 50
M + 0, 75 SD = 40
M + 1, 25 SD = 30
M + 1, 75 SD = 20
M + 2, 25 SD = 10
            Hasil Perhitungan adalah sebagai berikut :
+  ( 2,25 X 3,81 ) = 83,37  → 83
+  ( 1,75 X 3,81 ) = 81,47  → 81
+  ( 1,25 X 3,81 ) = 79, 56 → 80
+  ( 0,75 X 3,81 ) = 77,66  → 78
+  ( 0,25 X 3,81 ) = 75,75  → 76
-  ( 0,25 X 3,81 ) = 73,86  → 74
-  ( 0,75 X 3,81 ) = 71,94  → 72
-  ( 1,25 X 3,81 ) = 70,04 → 70
-  ( 1,75 X 3,81 ) = 68,13  → 68
-  ( 2,25 X 3,81 ) = 66,22  → 66

            Penjabaran Selanjutnya :
94 – 100 → 100
87 – 93   → 90
80 – 86   → 80
73 – 79   → 70
66 – 72   → 60
59 –  65  → 50
50 – 58   → 40
43 – 49   → 30
36 – 42   → 20
29 – 35   → 10  
Langkah yang terakhir adalah pendistribusian frequensi dan presentase berdasarkan hasil pengolaan data yang dilakukan dalam bentuk tabel sbb :


Tabel 14
DISTRIBUSI FREQUENSI DAN PROSENTASE
BERDASARKAN HASIL PENGOLAHAN DATA
NILAI
FREQUENSI
PROSENTASE
KETERANGAN
100
1 orang
5 %

90
5 orang
25 %
- 17 orang mahasiswa mendapat nilai 60 keatas
80
7 orang
35 %
70
4 orang
20 %
60
2 orang
10 %
- 3 orang mahasiswa mendapat nilai dibawah nilai 60
50
1 orang
5 %
40


30



20



10






BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
                Pada bab ini akan dipaparkan analisis dan pembahasan atas hasil pengolahan data yang telah dikemukakan terdahulu.
4.1             Analisis
Metode analisis yang kami gunakan adalah metode deskriptif atau simple descriptive analyses yang dipilih sesuai dengan kondisi penelitian ini.
Seperti dikemukakan terdahulu hasil pengolahan data hasil test khususnya menunjukkan skor nilai perolehan mahasiswa sbb :
  1. Mahasiswa yang memperoleh nilai 100 = nihil
  2. Mahasiswa yang memperoleh nilai 90 = 1 orang  5%
  3. Mahasiswa yang memperoleh nilai 80 = 5 orang atau 25%
  4. Mahasiswa yang memperoleh nilai 70 = 7 orang atau 35%
  5. Mahasiswa yang memperoleh nilai 60 = 4 orang atau 20%
  6. Mahasiswa yang memperoleh nilai 50 = 2 orang atau 10%
  7. Mahasiswa yang memperoleh nilai 40 = 1 orang atau 5%
  8. Mahasiswa yang memperoleh nilai 30 = nihil
  9. Mahasiswa yang memperoleh nilai 20 = nihil
  10. Mahasiswa yang memperoleh nilai 10 = nihil

Secara keseluruhan nilai yang diperoleh mahasiswa adalah :
a). Mahasiswa yang memperoleh nilai 60 keatas sebanyak 17 orang atau 85%
b). Mahasiswa yang memperoleh nilai dibawah nilai 60 sebanyak 3 orang atau 15%
            Keterangan diatas menunjukkan bahwa mahasiswa peserta test yang memperolah nilai 60 (enam puluh) ke atas memcapai jumlah 85% sementara sebaliknya sebanyak 15% mahasiswa peserta memperoleh  nilai dibawah nilai 60. Hal ini berarti bahwa ada 85% mahasiswa yang berada dalam kategori baik dan sangat baik sesuai klasifikasi kategori nilai (KKN) yang digunakan dalam penelitian ini, sementara 15% mahasiswa berada pada katerogi kurang. Dengan demikian nilai rata – rata yang diperoleh berdasarkan hasil distribusi frequensi nilai test kemampuan kosakata mahasiswa adalah 74,8
            Sehubungan dengan perolehan nilai rata – rata diatas, Nasrun Harahap (dalam gunardi, 1988:33) merekomendasikan bahwa apabila semua mahasiswa sudah memperoleh nilai rata – rata 60 keatas maka program pengajaran tidak perlu diulangi. Nilai 60 dianggap sebagai standar minimal atau limit terendah keberhasilan mahasiswa. Sementara tentang antara nilai 61 sampai dengan nilai 90 berada pada kategori baik dan sangat baik sesuai dengan penjelasan Nasrun Harahap.
            Oleh karena itu, hipotesis yang telah digunakan terdahulu yang berbunyi “Penguasai Kosakata Bahasa Inggris mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan thn 2009/2010 Politeknik Negeri Samarinda adalah baik ” dapat diterima dengan baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar